Tinjauan Strategis Pendidikan Islam Moderat Dalam Bingkai Kearifan Lokal Budaya Melayu

Authors

  • Ahmad Yani Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz
  • Sufi Nisa Athahirah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz
  • Hikmatul Hidayah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz

DOI:

https://doi.org/10.61456/tjiec.v6i1.319

Keywords:

Moderate Islamic Education, Local Wisdom, Melayu Culture

Abstract

This study examines the Strategic Review of Moderate Islamic Education within the framework of local Malay cultural wisdom. The research method used is library research with a descriptive qualitative approach, where data is analyzed conceptually to illustrate the relationship between moderate Islamic values and elements of Malay culture. The results show that the Malay cultural values inherited through Tunjuk Ajar Melayu are very much in line with moderate Islamic teachings. These values reflect Islamic moral and social teachings that prioritize harmony, justice, and respect for others. Furthermore, Malay culture has also long taught the importance of good manners in interactions, etiquette, and a collective spirit that aligns with the principle of moderation in Islamic education. The integration of moderate Islamic education with local Malay cultural wisdom can produce a contextual and applicable educational model. This model is not only able to instill inclusive and anti-extremist Islamic values but also strengthens love for local culture that is increasingly eroded by the current of modernity.

References

A. Yasid. (2010). Membangun Islam Tengah: Refleksi Dua Dekade Ma’had Aly Situbondo. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Abdul Aziz, Aceng, dkk. (2019). Implementasi Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Abdullah, A. (2015). Islam Nusantara dan Pendidikan Islam Moderat. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Agus Akhmadi. (2019). “Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation In Indonesia’s Diversity,” Jurnal Diklat Keagamaan 13, no. 2.

Ahmad bin Hanbal. (1990). Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Kairo: Mu'assasah Qurttubah.

Ahmad bin Shu'ayb al-Nasa'i. (1986). al-Mujtaba min al-Sunan. Halb: Maktab alMatbu'at al-Islamiyyah.

Aji, M.S. (2019). Kearifan Lokal dalam Novel Dawuk Karya Mahfud Ikhwan serta Relevansinya sebagai Materi Pembelajaran Sastra di SMA. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Al-Qur'an Al-Karim. Terjemahan Kementerian Agama RI.

Ambary. (2007). Islam dan Kesultanan Melayu. Yogyakarta : Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu .

Ash-Shalibi, Ali Muhammad. (2001). al-Wasatiyyah fî al-Qur'an. Kairo: Maktabat at Tabi'iin

Effendy, Tenas. (2006). Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Fawziah. (2017). Nilai Karakter dan Nilai Kearifan Lokal dalam Karya Sastra. Andragogi Jurnal Diklat Teknis 5.

Hanafi, Muchlis M. (2009). Konsep al-Wasathiah dalam Islam. Harmoni: Jurnal Multikultural dan Multireligius, 8(32).

Iffati Zamimah. (2018). “Moderatisme Islam Dalam Konteks Keindonesiaan (Studi Penafsiran Islam Moderat M. Quraish Shihab),” Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir1, no. 1.

Mahdini. (2003). Islam dan Kebudayaan Melayu. Yogyakarta: Ghalia Indonesia.

Marlina, M. (2020). Nilai kearifan lokal dalam Tunjuk ajar Melayu. Diksi, 28(2), 199-209.

Marzuki. (2005). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Moh. Nazir. (1999). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Muhammad b. Ismail al-Bukhari. (1987). Shahih al-Bukhari. Kairo: Dar al-Shu'b.

Muslim bin al-Hajjaj. (1986.). Shahih Muslim. Beirut: Dar al-Jayl.

Quraish Shihab. (2022). Wasathiyyah Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Tangerang Selatan: Lentera Hati.

S Anwar, R. N., & Muhayati. (2021). “Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum.” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam12, no. 1.

Supratiknya. (2015) Metodologi Penelitian Kuantitatif & Kualitatif Dalam Psikologi. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Suwardi. (2008). Dari Melayu ke Indonesia, Peranan Kebudayaan Melayu dalam Memperkokoh Identitas dan Jati Diri Bangsa. Riau : Pustaka Pelajar.

P Alfrida T, dkk. (2023). “Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Lingkup Masyarakat Majemuk”. Jurnal Salome: Multidisipliner Keilmuan Vol. 1 No. 5 .

U Hamidy. (2010). Riau Sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu. Pekanbaru: Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Downloads

Published

2025-12-22